For all the time, we have in this world.
There are few things that (perhaps)
become very important for our life.
The most important thing is GOD.
He is the one who created us, made us to be like today,
lead us the way, and
accompany us through our life.
But the other most important thing for our life is friend(s).
I can not imagine how my life to be without you, my friend(s).
You give me support, advise, and pray.
I can not say your name one by one in this blog.
But I hope our friendship still last long.
So I can see your happiness one day in the future.
So you can came to my funeral someday.
I have a dream that someday....
YOU, all my friends, can make speech before my grave.
So in heaven (I hope),
I can hear some good stories about me.
So ... thank you my friend(s).
Maybe I can redeem your kindness in our next life....
Thank You...
Minggu, 09 September 2007
Dunia Tidak Mengerti Aku
Egois !
judul di atas terkesan sangat egois.
yang seharusnya diucapkan oleh seorang remaja
yang baru beranjak dewasa
dimana dirinya menginginkan segala hal kebebasan
dimana dirinya berada di masa transisi
antara dunia anak dan dunia dewasa
judul seperti itu terkesan selalu menuntut
apakah salah bila kita menuntut
sedangkan dunia selalu menuntut kita
untuk mengikuti perputaran zaman-nya
yang seringkali tidak sesuai dengan keinginan kita
yang kumaksud dengan "Dunia"
tidaklah banyak, tidak semua orang
hanya beberapa orang yang setiap harinya ada dalam hidupku
pernahkah mereka bertanya :
"apa yang kamu inginkan?"
atau
"coba ungkapkan perasaanmu !"
TIDAK !
mereka hanya berkata :
"kamu harusnya ...."
atau
"tolong kamu ......"
mereka tidak melihat,
apa yang sudah aku lakukan,
bagaimana keadaan diriku.
sakitkah aku....
lelahkah aku....
jadi pantaskah aku
bila aku ingin menjadi egois
walau hanya untuk satu kesempatan
dalam hidupku......
judul di atas terkesan sangat egois.
yang seharusnya diucapkan oleh seorang remaja
yang baru beranjak dewasa
dimana dirinya menginginkan segala hal kebebasan
dimana dirinya berada di masa transisi
antara dunia anak dan dunia dewasa
judul seperti itu terkesan selalu menuntut
apakah salah bila kita menuntut
sedangkan dunia selalu menuntut kita
untuk mengikuti perputaran zaman-nya
yang seringkali tidak sesuai dengan keinginan kita
yang kumaksud dengan "Dunia"
tidaklah banyak, tidak semua orang
hanya beberapa orang yang setiap harinya ada dalam hidupku
pernahkah mereka bertanya :
"apa yang kamu inginkan?"
atau
"coba ungkapkan perasaanmu !"
TIDAK !
mereka hanya berkata :
"kamu harusnya ...."
atau
"tolong kamu ......"
mereka tidak melihat,
apa yang sudah aku lakukan,
bagaimana keadaan diriku.
sakitkah aku....
lelahkah aku....
jadi pantaskah aku
bila aku ingin menjadi egois
walau hanya untuk satu kesempatan
dalam hidupku......
"Push to the Limit"
"Push to the Limit"
Ya! itu salah satu pedoman hidupku.
aku akan memaksakan diri ini sampai ke batas akhir.
tubuh dan jiwa ini harus mampu bertahan sejauh-jauhnya.
bilamana aku berhenti atau menyerah, berarti itulah "limit"-ku.
dan yang aku inginkan: "limit" itu adalah "akhir hidup"-ku.
dimana aku tidak dapat berbuat apa-apa, tidak juga berpikir,
tidak ada.
aku harus mampu menahan rasa apapun di tubuh ini.
karena semua itu hanyalah fana, duniawi.
rasa sakit, rasa lelah, rasa lapar, rasa kantuk,
dan rasa2 yang lainnya,
kupikir hanya akan memanjakan diri ini.
aku sakit, tubuh ini menjerit; aku butuh pengobatan.
tapi TIDAK !
aku masih harus berjalan.
aku lelah, tubuh ini lelah.
tapi TIDAK !
masih banyak yang harus aku kerjakan.
mataku ingin terpejam,
tapi TIDAK !
masih banyak yang harus aku saksikan.
perut ini berbunyi2 .... lapar.
tapi TIDAK !
"kau tidak boleh manja" kataku pada perutku.
"belum ada yang bisa dimakan " lanjutku.
apa alasanku untuk "push to the limit" ?
begitu banyak orang di sekitar ku, di dalam hidupku, di dunia ini
yang menuntut dan menginginkan "LEBIH" dan
"LEBIH LAGI" dari diriku
dan aku merasa belum mampu untuk memberikannya.
aku merasa tidak berarti......
Ya! itu salah satu pedoman hidupku.
aku akan memaksakan diri ini sampai ke batas akhir.
tubuh dan jiwa ini harus mampu bertahan sejauh-jauhnya.
bilamana aku berhenti atau menyerah, berarti itulah "limit"-ku.
dan yang aku inginkan: "limit" itu adalah "akhir hidup"-ku.
dimana aku tidak dapat berbuat apa-apa, tidak juga berpikir,
tidak ada.
aku harus mampu menahan rasa apapun di tubuh ini.
karena semua itu hanyalah fana, duniawi.
rasa sakit, rasa lelah, rasa lapar, rasa kantuk,
dan rasa2 yang lainnya,
kupikir hanya akan memanjakan diri ini.
aku sakit, tubuh ini menjerit; aku butuh pengobatan.
tapi TIDAK !
aku masih harus berjalan.
aku lelah, tubuh ini lelah.
tapi TIDAK !
masih banyak yang harus aku kerjakan.
mataku ingin terpejam,
tapi TIDAK !
masih banyak yang harus aku saksikan.
perut ini berbunyi2 .... lapar.
tapi TIDAK !
"kau tidak boleh manja" kataku pada perutku.
"belum ada yang bisa dimakan " lanjutku.
apa alasanku untuk "push to the limit" ?
begitu banyak orang di sekitar ku, di dalam hidupku, di dunia ini
yang menuntut dan menginginkan "LEBIH" dan
"LEBIH LAGI" dari diriku
dan aku merasa belum mampu untuk memberikannya.
aku merasa tidak berarti......
Minggu, 02 September 2007
Kelabu
Kelabu : warna antara hitam dan putih.
Tidak hitam juga tidak putih - tidak jelas.
Begitu juga dengan hidupku - tidak jelas.
Aku hidup seusai berjalannya waktu.
Tanpa tujuan yang pasti.
Aku tak ingin mempunyai tujuan yang pasti...jauh ke depan.
Capek....
Karena ujung-ujungnya pasti mengecewakan.
Apakah karena aku tidak berusaha ?
Tidak !
Sebenarnya aku tidak ingin menyerah.
Tapi terkadang, aku lelah untuk berjuang terus.
Sendirian...
Apakah aku tidak memiliki teman, siapapun itu?
Tidak !
Aku punya beberapa teman.
Tapi hanya teman dan tidak lebih.
Bilamana perlu mereka akan mencari.
Bilamana tidak, ya entah mereka ada dimana.
Kelabu...
Itulah hidupku, yang akan masih terus kujalani.....
Tidak hitam juga tidak putih - tidak jelas.
Begitu juga dengan hidupku - tidak jelas.
Aku hidup seusai berjalannya waktu.
Tanpa tujuan yang pasti.
Aku tak ingin mempunyai tujuan yang pasti...jauh ke depan.
Capek....
Karena ujung-ujungnya pasti mengecewakan.
Apakah karena aku tidak berusaha ?
Tidak !
Sebenarnya aku tidak ingin menyerah.
Tapi terkadang, aku lelah untuk berjuang terus.
Sendirian...
Apakah aku tidak memiliki teman, siapapun itu?
Tidak !
Aku punya beberapa teman.
Tapi hanya teman dan tidak lebih.
Bilamana perlu mereka akan mencari.
Bilamana tidak, ya entah mereka ada dimana.
Kelabu...
Itulah hidupku, yang akan masih terus kujalani.....
Sabtu, 01 September 2007
Hitam Kelabu
It's my first time to write on the web.
I'm trying to express how I feel.
As a human, it's normal that sometimes we disappointed about our life.
So do I.
But we have to live our life.
For those who cannot stand for their life, they become stress.
More stress they have, the become psychotic or -the worst- suicide.
Nowadays, we can read or hear about more suicide news.
I want to share how I feel to this web,
because I have no one that I cant talk to.
No one at all ? Of course not !
Sometimes I share my working problems with my colleagues
But not all of my friends, that I share my private life.
I define my life as a black and grey life.
That what I call my blog as Hitam.Kelabu
............
I'm trying to express how I feel.
As a human, it's normal that sometimes we disappointed about our life.
So do I.
But we have to live our life.
For those who cannot stand for their life, they become stress.
More stress they have, the become psychotic or -the worst- suicide.
Nowadays, we can read or hear about more suicide news.
I want to share how I feel to this web,
because I have no one that I cant talk to.
No one at all ? Of course not !
Sometimes I share my working problems with my colleagues
But not all of my friends, that I share my private life.
I define my life as a black and grey life.
That what I call my blog as Hitam.Kelabu
............
Langganan:
Postingan (Atom)
